MRT Jakarta Modernisasi Sistem Tiket 13 Stasiun Fase 1, Target Tuntas 2028

By Admin


Dok. Humas PT MRT Jakarta (Perseroda)
nusakini.com, Jakarta — PT MRT Jakarta (Perseroda) resmi memulai langkah modernisasi sistem pengumpulan tarif otomatis (automatic fare collection/AFC) di seluruh stasiun Fase 1 Lin Utara-Selatan. Pemutakhiran teknologi pembayaran tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028 mendatang.

Kepastian pembaruan infrastruktur pembayaran ini ditandai melalui penandatanganan kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Consortium of Hitachi Rail Hong Kong Limited dan PT Softorb Technology Indonesia (CHS). Proses penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Weni Maulina bersama CEO Hitachi Rail Hong Kong Limited Nicolas Rabat dan Direktur PT Softorb Technology Indonesia Rendy Ardilles pada Rabu, 29 Juli.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan bahwa pembaruan sistem di 13 stasiun Fase 1 tersebut merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan teknologi pembayaran dengan koridor Fase 2A yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.

"Langkah ini penting untuk menyelaraskan sistem pengumpulan tarif otomatis agar terintegrasi dan lebih modern, seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna harian serta persiapan operasional Fase 2A," ujar Tuhiyat di Jakarta, Rabu (29/7).

Sistem baru yang diusung dalam proyek ini dirancang untuk mendukung skema account-based ticketing (ABT) atau tiket berbasis akun. Melalui skema tersebut, ekosistem pembayaran di MRT Jakarta diharapkan menjadi lebih cepat, fleksibel, dan terintegrasi secara seamless.

Manajemen menegaskan bahwa pemutakhiran perangkat keras dan lunak di belasan stasiun ini ditujukan guna menjamin keandalan transaksi di masa depan, sekaligus mengantisipasi lonjakan penumpang saat jaringan Lin Utara-Selatan tersambung penuh hingga Kota. (*)